Kali ini mahasiswa AMIKI (Akademi Menejemen Informatika dan Komputer Ibrahimy) membuktikan bahwa santri pondok pesantren Salafiyah Syafi'iyah juga bisa mengadakan event-event seni seperti pameran fotografi. Yang mana biasanya hal itu dianggap tabu oleh sebagian orang untuk bisa diselenggarakan di lingkungan pesantren.
Selasa, 23 April 2013
Sabtu, 20 April 2013
Perpustakaan Ibrahimy Saat Ini
Ibrahimy, ya itulah nama dari perpustakaan yang bernaung di bawah pondok pesantren salafiyah syafi’iyah saat ini. Perpustakaan ibrahimy tersebut terletak dilantai dua masjid ibrahimy. Perpustakaan yang satu ini juga merupakan sentral perpustakaan di pondok pesantren salafiyah syafi’iyah.
Senin, 07 Januari 2013
Generasi Indonesia, Cintailah Negeri Ini!
Negara Indonesia, adalah negara yang memperoleh kemerdekaannya melalui perjuangan para pahlawannya. Selama 3 setengah abad Indonesia dijajah oleh Negara Belanda, dan selama 3 setengah tahun pula Indonesia dijajah oleh Negara Jepang. Fase-fase perjuangan para pahlawan tersebut dalam memerdekakan negara ini cukuplah menjadi contoh dan penyemangat bagi kita Rakyat Indonesia untuk selalu mencintai negeri ini.
Sabtu, 20 Oktober 2012
Kapan Untuk Orang Lainnya…?
Rasulullah SAW bersabda;
Tidak beriman salah satu diantara
kalian (ummatku), sehingga kalian mencintai saudara-saudara kalian sebagaimana
kalian mencintai diri kalian sendiri.
(HR. Bukhari)
Selasa, 25 September 2012
Berbagai Keunikan Aktivitas yang Padat di Pelabuhan Kapuas Besar Pontianak
![]() |
| Sedang Kerja: Para ABK yang sedang menunggu penumpang |
Pelabuhan Kapuas Besar adalah salah satu pelabuhan lokal yang masih aktif di Kota Pontianak saat ini. Tempatnya yang strategis, yakni berdampingan dengan pusat perbelanjaan dan pasar tradisional, menjadikan pelabuhan ini sebagai pelabuhan yang yang sering disinggahi oleh para penduduk di Kalimantan Barat. Beragam aktivitaspun terjadi di pelabuhan Kapuas Besar ini, jasa angkutan penumpang (dari desa ke kota), hingga jasa penitipan barang. Hal itu menarik saya tuk mengabadikannya lewat bidikan dan jepretan kameraku.
Jumat, 13 April 2012
Kamis, 12 April 2012
Pertemuan Alumni; “di Pesantren, Barokah Harus Dicari !”
![]() |
| Para alumni ketika memberi tausiyah terhadap warga IKSASS Kalimantan |
Haul pendiri dan pengasuh di
pondok pesantren salafiyah syafi’iyah Sukorejo adalah moment besar yang
cukup ditunggu-tunggu oleh segenap alumni salafiyah syafi’iyah seluruh
nusantara. Pada momentum haul sendiri juga terdapat acara yang dikhususkan pada
para alumni, yaitu reuni alumni yang diselenggarakan satu hari sebelum acara
haul akbar. Selain itu, para alumni yang datang juga diwajibkan untuk
menghadiri acara pertemuan alumni dan santri berdasarkan rayonnya
masing-masing.
Rabu, 28 Maret 2012
Satu-Satunya Delegasi IKSASS Rayon Kalimantan di ADISS
Pada hari jum’at (23/3), sekitar
jam 21:00 wib aula pondok pesantren salafiyah syafi’iyah terlihat ramai oleh
kerumunan santri. Pada saat itu aula sedang digunakan untuk pembukaan ADISS
(Aliansi Dai Salafiyah Syafi’iyah). ADISS adalah sekolah dai yang digagas oleh pusat IKSASS (ikatan santri
salafiyah syafi’iyah).
Senin, 26 Maret 2012
Pemberian Motivasi Untuk Santri Asal Kalimantan dan Sumatera
Wafatnya KHR. Ahmad Fawaid As’ad
selaku pengasuh pesantren salafiyah syafi’iyah memang menjadi peristiwa yang
tidak diduga-duga. Sosok kepemimpinan beliau dapat dipastikan sangat membekas
diseluruh sanubari para santri. Selain sebagai pengasuh pesantren beliau juga
dikenal sebagai kiai yang benar-benar aktif dalam melayani ummat, sehingga tak
dapat dipungkiri lagi banyak masyarakat yang merasa sangat kehilangan sosok
kiai seperti beliau.
Pasca mangkatnya beliau
kerahmatullah, pihak ahlul bait pesantren salafiyah syafi’iyah sering
mewanti-wanti terhadap para pengurus pesantren dan seluruh santri untuk tetap
tegar, dan kuat dalam pendiriannya jangan sampai kejadian ini menjadi penyebab
turunnya semangat dalam mengabdi dan menuntut ilmu. Tak hanya itu, pihak
keluarga sering sekali mengingatkan terhadap semua santri dan pengurus pesantren
untuk tetap yakin terhadap keluarga besar pesantren salafiyah syafi’iyah, jangan
sampai terpengaruh oleh provokator-provokator tak bertanggung jawab yang
memiliki misi tidak baik terhadap kelangsungan hidup pondok pesantren salafiyah
syafi’iyah, sebagaimana yang dikatakan Ny. HJ. Makkiyah dalam pertemuan antara
santri dan pihak ahlul bait di aula putera.
Menyikapi hal ini, organisasi
IKSASS (Ikatan Santri Salafiyah Syafi’iyah) mengadakan sebuah kegiatan
pemberian motivasi serta dialog antara Ustad senior dengan para santri
se-nusantara, dengan tujuan agar seluruh santri tetap semangat dalam menuntut
ilmu meskipun ditinggal KHR. Ahmad Fawaid As’ad. Dalam kegiatan ini seluruh
santri dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai dengan rayon asalnya. Tepat pada
hari minggu jam 20:00 wib, kegiatan pemberian
motivasi serta dialog tersebut dilaksanakan oleh IKSASS Rayon Kalimantan yang
juga ikut bergabung santri-santri IKSASS Rayon Sumatera. Dalam kegiatan kali
ini, yang menjadi motivator adalah Ust.Zainal Abidin, mantan ketua umum pusat
IKSASS.
Selaku senior, Ust. Zainal Abidin
tak hanya memberi motivasi saja bagi para santri IKSASS Rayon Kalimantan dan
Sumatera, akan tetapi beliau juga banyak bercerita mengenai jasa dan perjangan
KHR. Ahmad Fawaid As’ad disaat beliau memimpin pusat IKSASS dulunya. Dalam
kesempatan ini beliau juga mempersihlakan kepada para peserta rapat untuk
berdialog dengannya langsung mengenai pesantren serta perjuangan para masyaikh
salafiyah syafi’iyah. Dalam hal ini semua peserta rapat antusias dan menyimak
betul terhadap apa-apa yang disajikan Ust. Zainal Abidin. Dalam rapat ini juga
beliau sedikit bercerita tentang organisasi IKSASS yang pernah sampai ketingkat
nasional dahulunya, dalam pemaparannya mengenai IKSASS yang pernah Berjaya dahulunya,
semua santri merasa termotivasi dan tertantang untuk lebih bisa memajukan
organisasi IKSASS hingga tingkat nasional seperti saat dipimpin oleh Ust.
Zainal Abidin.
Sungguh sangat efektif kegiatan
yang baru pertama kali diselenggarakan oleh pusat IKSASS ini, disadari atau
tidak, seluruh santri yang memiliki tugas untuk terus menimba ilmu dan terus
mengabdi tehadap seorang guru, memang perlu adanya sebuah motivasi seorang guru
atau senior agar dapat terus bersemangat dalam menjalankan tugasnya sebagai penuntut
ilmu sejati.
Jumat, 23 Maret 2012
Badan Otonom Mutakallim Gelar Kegiatan Pertama
Ada kabar baik dari IKSASS (Ikatan Santri salafiyah syafi’iyah)
rayon Kalimantan priode 2012-2013, badan otonom mutakallim (muthala’ah kitab
kuning Kalimantan) baru pertama kalinya menggelar kegiatan Mutakallim Wustha
setelah sebelumnya mandek pasca kewafatan pengasuh pesantren, KHR. Ahmad Fawaid
As’ad.
Mutakallim Wustha adalah Kegiatan Muthala’ah yang wajib
diikuti oleh semua warga IKSASS, khususnya yang menduduki kelas IV MI sampai
III Aliyah. Mutakallim saat ini berbeda dengan mutakallim priode sebelumnya,
mutakallim kali ini dibagi menjadi dua yaitu mutakallim ula dan wustha.
Perbedaan dari keduanya tersebut adalah tingkatan kelas pada sekolah
diniyahnya, untuk ula diwajibkan bagi warga IKSASS yang menduduki kelas II MI
sampai III MI, sedangkan IV MI sampai III aliyah dikhususkan untuk wustha.
Tepat pada hari jum’at, 23 Maret 2012, jam 08:30 wib
pengurus badan otonom mutakallim menggelar kegiatan mutakallim wustha untuk
yang pertama kalinya. Kegiatan tersebut ditempatkan di asrama sunan gunung jati
nomor lima. Mutakallim wustha kala itu membahas tentang eksistensi air pada bab
thaharah yang ada di fathul qarib. Dengan Ust. Salman Alfarisi sebagai
narasumbernya, Semua peserta semangat dalam mengikuti kegiatan tersebut, dengan
referensi-referensi yang jelas peseta mutakallim mengeluarkan pendapatnya, tak
ayal pada kegiatan tersebut sering terjadi adu pendapat yang berbeda-beda, baik
dalam segi nahwu (gramatika arab), atau fiqh (hukum islam). Dalam kegiatan
tersebut, semua peserta diberi kesempatan untuk menanyakan sesuatu seputar soal
yang ada pada sang narasumber yang kemudian dibahas bersama. Dalam kegiatan tertsebut Badan otonom
mutakallim juga menyediakan berbagai fasilitas, seperti kitab-kitab muthawwalat
dan kertas yang berisi info seputar nahwu untuk para peserta.
Kegiatan mutakallim wustha yang pertama ini
berjalan lancar walaupun ada sedikit halangan dan hambatan yang tak diinginkan,
sementara ini halangan dan hambatan tersbut adalah kurangnya kekompakan seluruh warga
dalam mengikuti kegiatan yang digelar oleh badan otonom mutakallim tersebut.
Semoga kegiatan pertama mutakallim wustha ini menjadi kegiatan yang sukses
dalam menjadikan semua warga IKSASS rayon Kalimantan sebagai santri salafiyah
syafi’iyah yang mampu dalam membaca kitab kuning, seperti yang diharapkan
pengasuh Alm KHR. Ahmad Fawaid As’ad. Tak hanya itu, semoga semua pengurus
Badan Otonom mutakallim ini tetap semangat dalam menjalankan tugasnya, yaitu
mengabdi serta melayani warga IKSASS Kalimantan dalam bidang baca kitab kuning.
Jumat, 09 Maret 2012
Detik-Detik Wafatnya Sang Pendidik dari Sukorejo
Shalat jum’at terasa hambar tanpa dihadiri oleh sang guru, KHR. Ahmad Fawaid As’ad, beliau tak bisa shalat jum’at bersama santrinya karena beliau sedang sakit di RS Surabaya, khutbah jum’at pun tak berjalan dengan lancar seperti biasanya. Semuanya khawatir akan keadaan beliau yang dikabarkan kritis di RS Surabaya.
Usai Shalat jum’at disaat para santri sedang melaksanakan
pengajian di kamarnya masing-masing, sebuah perintah dari pengurus pesantren
terdengar dari speaker mushalla, pengurus itu mengatakan, “semua santri yang
ada di kamar-kamar maupun di masjid, diharapkan untuk pergi ke mushalla untuk
mendoakan KHR. Ahmad Fawaid As’ad yang sedang sakit di RS. Surabaya”. Setelah
mendengar ultimatum tersebut, satu persatu, semua santri pergi ke mushalla
dengan menggenggam al-quran ditangannya.
Dengan dipimpin seorang ustad, para santri membaca surah
yasin bersama-sama, yang dilanjutkan dengan membaca shalawat syifa’
bersama-sama. Disaat para santri sedang khusyu’ membaca shalwat syifa’,
tiba-tiba datang Kiai Muzakki yang masih mempunyai hubungan kekerabatan dengan
KHR. Ahmad Fawaid As’ad. Kedatangan Kiai Muzakki ke mushalla membuat semua
santri bertanya-tanya, dan berharap takan terjadi apa-apa mengenai KHR. Ahmad
Fawaid As’ad. Disaat Kiai muzakki tiba di tempat pengimaman mushalla dan meraih
microphone yang digunakan ustad untuk memimpin doa bersama itu, para santri pun
menghentikan ritual doanya.
Dengan menggenggam microphone Kiai Muzaakki berdauh dengan
wajah agak lesu dan cemas, “Ada pengumuman, saya mewakili keluarga besar pondok
pesantren salafiyah syafi’iyah sukorejo situbondo bahwa pengasuh kita KHR.
Ahmad Fawaid As’ad telah berpulang kerahmatullah di RS. Surabaya”. Bersamaan
dengan dauh Kiai Muzakki tersebut, tangisan para santri tak dapat dibendung
lagi, mushalla ibrahimy pada saat itu seakan-akan menjadi tempat yang sangat
menyedihkan sekali.
Kabar kewafatan KHR. Ahmad Fawaid As’ad pun sudah tersebar
diseantero pesantren dan daerah sukorejo (tetangga pesantren), pada saat itu
pun sukorejo bagaikan kota mati semuanya berkabung. Langit pun menjadi mendung
solah-olah ikut bersedih ditinggal seorang guru besar yang sangat harum sekali
perjuangannya.
Selang beberapa jam, sukorejo dipadati para tamu yang ingin
bertakziah. Para alumni pesantren, Para Kiai pesantren daerah jawa, dan para
pengikut KHR. Ahmad Fawaid As’ad ikut bergabung dalam keramaian. Masjid
Ibrahimy yang luas dan besar menjadi sempit, semua orang ingin berpartisipasi
dalam ritual shalat jenazah KHR. Ahmad Fawaid As’ad, isak tangis para
pentakziah pun menggema didalam masjid ibrahimy.
Kesedihan semakin bertambah ketika jenazah KHR. Ahmad Fawaid
As’ad digiring menuju masjid ibrahimy, semua orang melambaikan tangannya
seakan-akan berkata selamat jalan KHR. Ahmad Fawaid As’ad. Semuanya pilu dan tak rela ditinggal seseorang Kiai yang penuh kharismatik. Hiruk pikuk, kekalutan, dan dzikir bercampur menjadi satu ketika menyambut iringan jenazah KHR. Ahmad Fawaid As'ad.
Sekitar jam 08:30 setelah shalat jenazah rampung, pemakaman dilaksanakan, makam KHR. Ahmad
Fawaid As’ad diletakkan tepat disebelah makam KHR. As’ad Syamsul Arifin,
ayahnya beliau yang juga menjadi Kiai besar dulunya. Kerumunan warga tak dapat
dibendung lagi, area pemakaman dari segala penjuru, penuh dengan para tamu yang
ingin menyaksikan proses pemakaman KHR. Ahmad Fawaid As’ad.
Jumat, 18 November 2011
Krisis Moral, Lagu Zaman Sekarang
Ku hamil duluan sudah tiga bulan…, itulah sebagian syair dari sebuah lagu yang pernah saya dengarkan dari salah satu stasiun radio. Miris sekali rasanya mendengar lagu hasil produksi dalam negeri yang bersyair seperti itu, syair yang jelas sekal tak mendidik bagi para pendengarnya.
Sungguh berbeda lagu-lagu zaman
sekarang dengan lagu-lagu yang pernah eksis di tahun 70-an sampai 80-an yang
rata-rata mengandung kemanfaatan di dalamnya, tak hanya itu, di era tersebut
juga masih sering dinyanyikannya lagu wajib nasional oleh orang-orang di negeri
tercinta ini, seperti lagu tanah airku, ibu pertiwi, ibu kta kartini, Indonesia
pusaka, bagi mu negeri, dan lain-lain. Yang adapun lagu-lagu wajib nasional itu
juga sering sekali dijadikan nyanyian setia oleh anak-anak Indonesia.
Namun di zaman sekarang, sunguh
banyak lagu-lagu karya anak bangsa yang tak memenuhi aspek-aspek atau
batasan-batasan yang benar untuk sebuah lagu yang layak didengarkan. Kebanyakan
lagu-lagu pada zaman sekarang ini hanya mengutamakan kuantitas daripada
kualitas dari lagu itu sendiri.
Pada saat ini, dunia permusikan
Indonesia kebanyakan hanya di warnai oleh lagu-lagu yang hanya berorientasi
pada tema yang tak terpuji seperti perselingkuhan, penipuan, kenakalan remaja,
dan lainnya yang semuanya itu sangat bertentangan dengan moralitas yang ada.
Tak Cuma itu, lebih miris lagi di
zaman sekarang ini, lagu-lagu yang beredar kuarang bisa menempatkan kategori
yang pas bagi para pendengarnya. Banyak sekali anak-anak bangsa ini yang sering
melantunkan lagu-lagu yang harus tak dilantunkan olehnya, seperti lagu playboy,
hamil duluan, belah duren, keong racun, cinta satu malam, dan masih banyak
lainnya. Hal-hal seperti itu tentunya harus dihindari dan di jauhkan dari
jangkauan anak-anak bangsa ini.
Tak seperti pada 16 tahun yang
lalu saat saya masih berstatus anak-anak, di saat itu semua anak-anak seumuran
saya melantunkan lagu-lagu yang memang pas dengan dunia anak-anak, seperti lagu
obok-obok, kasih ibu, balonku, bintang kecil, dan lain-lain. Dan pada saat itu
juga anak-anak bangsa masih sering sekali melantunkan lagu-lagu wajib nasional,
seperti hymne guru, garuda pancasila, berkibarlah benderaku, dan lain-lain.
Di zaman sekarang ini, di
Indonesia ini, ku rindukan lagi lagu-lagu yang sarat akan nasehat bagi para
penikmatnya, dan lebih kurindukan lagi, lagu-lagu wajib nasional di jadikan
nyanyian setia bagi anak-anak generasi bangsa, di negeri tercinta ini. Sehingga
takkan ada lagi lagu-lagu seperti hamil duluan dan yang serupa dengannya masih
menjadi lagu setia bagi rakyat Indonesia yang terkenal akan kesopanan yang
dikemas sebagai adat ketimuran itu.
Selasa, 15 November 2011
Atas Nama Sultan Demi Borneo di Ajang Takbir Salafiyah Syafi'iyah
Pagi itu di pondok pesantren Slafiyah Syafi'iyah, Sukorejo,Situbondo, santri-santri menunggu pembacaan keputusan dewan hakim mengenai kelompok mana saja yang berhak masuk dalam seleksi final pada lomba takbir bertabuh yang di selenggarakan dalam menyambut idul adha oleh pusat IKSASS (ikatan santri slafiyah syafi'iyah).
Hampir semua santri menunggu pembacaan keputusan akbar itu, termasuk santri-santri yang berasal dari kalimantanyang tentunya berharap nama band utusannya disebut diantara 10 band yang berhak masuk seleksi final yang termuat dalam keputusan tersebut.
Berselang beberapa menit, akhirnya keputasan pun dibacakan melalui sound mushalla, semuanya antusias dengan penuh harap mendengarkan keputusan bergengsi tersebut. Urutan sepuluh band yang berhak masuk final itu dibaca dari urutan terakhir yakni sepuluh.
Santri-santri asal kalimantan pada saat itu terus mendengarkan dengan rasa harap-harap cemas, karena nama band utusannya belum juga di sebut hingga urutan nomor tiga, semua terdiam diantara sorak sorai santri-santri lainya yang sudah mendengar nama band utusannya sudah disebut. Hinga nomor dua, band yang bernamakan Sultan Syarief Abdurrahman itu juga belum di sebut, semua santri-santri berlogo borneo sangat tegang, sambil berharap; "semoga band Sultan Syarief Abdurrahman berada di urutan no satu". Bersamaan dengan itu, semua santri di pondok pesantren Slafiyah Syafi'iyah terdiam mendengarkan, dan bertanya-tanya; "band utusan manakah yang ada di urutan pertama?'.
Sesaat kemudian, panitia membaca keputusan tersebut mulai menyebutkan band yang ada di urutan paripurna tersebut, dan ternyata dugaan santri-santri borneo pun tak luput, band yang ada di durutan no satu adalah band Sultan Syarief Abdurrahman. Seketika itu, sorak sorai santri-santri borneo tak dapat dibendung lagi, semua bersuka cita band dari borneo juga andil dalam final bergengsi di pondok pesantren Slafiyah Syafi'iyah.
Usai keputusan tersebut dibaca, yang ternyata band Sultan Syarief abdurrahman termasuk di dalamnya. Salah satu senior dari rayon kalimantan mengadakan rapat terhadap semua personel dan anggota rayon kalimantan semua, adapun rapat itu membahas mengenai apa saja yang akan dirancang dalam penampilan band Sultan Syarief Abdurrahman di final takbiri bertabuh itu. Saat itu semua peserta rapat berpendapat, berusaha memberikan yang terbaik bagi band besutan rayon kalimantan itu. Dua jam telah berlalu, rapat dinyatakan selesai, dan keputusan pun sudah terputuskan secara tuntas. Adapun keputusan pada rapat itu adalah akan diterapkannya etnik dayak dan melayu dalam penampilan band Sultan Syarief Abdurrahman di final takbir bertabuh.
Usai rapat tersebut semua santri-santri asal Kalimantan menuangkan ide dan kreativitas mereka untuk membuat dan mencari kepentingan-kepentingan berupa atribut dan aksesoris yang berhubungan dengan etnik dayak dan melayu, seperti prisai, panah, topi melayu, dan lain-lain, semuanya itu dilakukan demi borneo (rayon Kalimantan).
Setelah semua bekerja, aksesoris yang di buat pun telah siap untuk digunakan dalam penampilan band Sultan Syarief Abdurrahman yang akan tampil pada malam hari bertempat di aula putera PP-Sal-Syaf.
Jam menunjukkan jam 08:00 wib, panitia membuka ajang final takbir bertabuh yang disusul dengan acara cabut undi untuk para finalis oleh satu orang perwakilan dari band-bandnya masing-masing, salah satunya band Sultan Syarief Abdurrahman yang mendapat nomor undi lima diantara sepuluh band yang lain.
Dimulai dari nomor undi satu, bermacam-macam band tampil di atas pentas sambil bersaing dalam merebut kemenangan demi nama rayon masing-masing.
Empat band telah tampil, tiba saatnya band urutan nomor lima untuk tampil dan, bersaing di antara band lainnya.
Alat-alat musik pun diangkat menuju pentas. Semua personil berdoa dan yakin bahwa latihan dan persiapan sebelumnya akan membuat penampilannya menjadi yang terbaik malam ini.
Dengan penerapan etnik dayak bagi para pemain musik dan etnik melayu bagi tiga pelantun takbir, semua personil band Sultan Syarief Abdurrahman mulai menaiki pentas. Semua penonton serta juri sedikit tertawa melihat hal tak biasa dalam penampilan band asal borneo tersebut, karena band besutan borneo tersebut sebelumnya tak pernah mengaplikasikan etnik dayak dalam ajang-ajang serupa di tahun-tahun sebelumnya.
Setelah semua alat musik diangkat dan seluruh personil band berada di atas pentas, band Sultan Syarief Abdurrahman memulai aksinya. Alat musik pun ditabuh disusul dengan lantunan takbir agung, suasana semakin larut dalam musik yang dimainkan oleh band asal borneo itu. Band Sultan Syarief Abdurrahman pun mendapat apresiasi dari penonton dan juri. Tak hanya itu, vokalis (hadi) pada band Sultan Syarief Abdurrahman mendapat komentar baik dari salah satu juri yang berkomentar setelah penampilan selesai.
Selang beberapa menit, aksi band Sultan Syarief Abdurrahman berakhir, semua personil turun dan, alat musik pun diangkat kembali menuju asrama. Semua personil dan santri-santri asal kalimantan puas melihat penampilan band utusannya berjalan dengan lancar. Semuanya bersemangat demi mengharumkan nama sultan Syarief Abdurrahman di tanah jawa.
Minggu, 11 September 2011
Landscape In Kalimantan Barat
Minggu, 21 Agustus 2011
Panorama Mempesona, di Sungai Kapuas Kal-Bar
Jumat, 19 Agustus 2011
Hal-hal Yang Masih Belum Merdeka, Saat Indonesia Merayakan HUT Kemerdekaan
Hal-hal Yang Masih Belum Merdeka, Saat Indonesia Merayakan HUT Kemerdekaan :
- Dunia Perpolitikan; selalu buram, penuh ketidakjujuran, dan ketidakmanfaatan.
- Dunia Bisnis; selalu ada suap dan campur tangan pejabat dengan trik korupsinya.
- Dunia Angkatan Kerja; Selalu ada nepotisme dan makin banyak saja pengangguran.
- Dunia Pendidikan; makin hari makin turun kualitasnya, dan selalu diwarnai gelar yang sangat sepi karya.
- Dunia Kemanusian; hanya SDM yang terus dibicarakan, tapi kemiskinan tetap saja mendapat ranking atas di dunia.
- Dunia Perpajakan; pada rakyat minat bayar pajak kurang, tapi makin banyak saja pejabat kita yang memakannya dengan seenaknya.
- Dunia perfilman; selalu menuai kritik dan ketidakpuasan, dan sering sekali dibilang menjiplak karya film orang lain, apalagi sinetron di tv yang nampaknya sangat dibuat-buat.
Kamis, 04 Agustus 2011
Ramadhan Telah Tiba
WAKTU terus berjalan, hari demi hari kita lewati, peristiwa demi peristiwa kita lalui, hingga akhirnya kita bertemu lagi dengan Ramadhan yang suci. Tanpa terasa setahun telah kita arungi dengan berbagai macam warna-warna kejadian. Kini Ramadhan, kedamaian, ketenangan, kesenangan, dan keindahan mulai tampak setelah lama mengintip untuk timbul menyelimuti dunia ini. Allah menjadikan ramadhan sebagai bulan penebus dosa, sebagai bulan penuh berkah dan ampunannya. Rasulullah pun selalu membiasakan dan menganjurkan untuk lebih banyak melakukan ibadah terhadap Allah di bulan Ramadhan ini.
Di bulan ramadhan Allah memerintahkan terhadap kita selaku orang yang beriman kepadanya agar senantiasa berpuasa di siang hari bulan Ramadhan, mulai dari terbit fajar shubuh hingga terbenam matahari. Berpuasa di Bulan Ramadhan sebenarnya tidak hanya menahan lapar dan haus, akan tetapi juga menahan hawa nafsu yang lainnya, agar berpuasa di ramadhan lebih bermakna, seperti yang diajarkan oleh Rasulullah SAW terhadap para ummatnya terdahulu, rasul mangajarkan; berpuasalah kalian, dengan menahan lapar dan haus, serta berpuasalah juga kalian dengan menggunakan hati, mulut tangan, kaki, telinga, dan kemaluan kalian.
Di bulan Ramadhan juga di perintahkan kepada kita untuk melakukan shalat sunnah tarawih di malam-malamnya. Tarawih adaalah salah satu ibadah yang tidak pernah ditinggalkan Rasulullah dalam hidupnya. Setelah berpuasa di siang hari demi memenuhi perintah-Nya, di malam harinya kita bertarawih demi mendekatkan diri terhadapnya, di bulan yang benar-benar bulan berkah ini.
Suci dan berkahnya ramadhan pasti akan dirasakan oleh ummat islam seluruh dunia yang selalu dan senatiasa mengindahkan dan sungguh-sungguh dalam mewarnainya dengan berbagai amal ibadah.
Itulah sekilas tentang Ramadhan, bulan penebus dosa. Semoga Allah senantiasa memelihara dan menjaga kita dari segala hal yang membuat kita rugi dalam Ramadhan, salah satu bulannya yang sangat penuh ampunan dan berkah.
Senin, 25 Juli 2011
Pontianak I Am Coming
Liburan Ramadhan yang ditunggu-tunggu pun akhirnya datang, bermacam-macam rasa pun saya rasakan, ada rasa senang karena liburan datang, dan sedih karena berpisah dengan teman-teman ku, dan guru-guru ku.
Setelah pamit terhadap beliau sang pengasuh pesantren, dan bermaaf-maafan kepada teman-temanku, ku segera pergi ke asramaku menggandeng sebuah koper milikku, dan segera menghubungi panitia rombonganku yang akan pergi langsung menuju Kalimantan barat, Pontianak. Segala rasa pada saat itu tak mampu ku gambarkan dengan kata-kata, kerinduan yang terkubur selama beberapa tahun pun sudah akan terpenuhi dan terobati.
Selama perjalanan tak ada yang bermuram durja semuanya ceria, liburan yang indah pun benar-benar tampak pada teman-temanku semua dan juga pada ku.
Dan akhirnya kapal yang di tumpangi ku benar-benar bersandar di pelabuhan Pontianak, segera ku turun dan kuinjakkan kakiku di tanah kerinduan itu, dan langsung ku katakan, “I am coming Pontianak, I love you my city”.
Jumat, 27 Mei 2011
Pemuda Islam Pada Zaman Sekarang Ini
Telah Kita ketahui bersama, di zaman dahulu, di masa berjayanya islam, banyak sekali para pemuda islam yang unggul (berprestasi) di berbagai macam dunia keilmuan, seperti ilmu tafsir, hadist, fiqh, matematika, astronomi, biologi, filsafat, penyair, bahkan kedokteran, dan masih banyak lagi. Di dunia keilmuan itu pun, para pemuda islam di zamannya itu banyak sekali yang melahirkan karya-karya yang spektakuler, bahkan karya-karyanya yang di hasilkan pun masih banyak sekali yang digunakan di zaman sekarang ini.
Adapun para pemuda islam tersebut diantaranya, Ibnu Sina (Avie Ciena) sang bapak kedokteran, Ibnu Batutah sang petualang, Abu Ja'far Muhammad Ibnu Musa Al-Khwarizmi (sang penemu aljabar), dan masih banyak lagi lainnya. Para pemuda islam tersebut selain mempunyai segudang ilmu, mereka juga berperan sebagai manusia yang beragama betul. Itulah masa emas para pemuda islam, yang berbeda dengan masa sekarang, yakni sangat jarang sekali pemuda islam itu menunjukkan prestasinya yang unggul yang dapat menghasilkan berbagai macam karya yang bermanfaat bagi dunia, dan sangat jarang sekali di zaman modern ini ditemukan para pemuda islam yang ngerti dan aktif akan agamanya sendiri.
Fenomena yang tak baik ini sungguh dapat membuat nama islam tercoreng di mata dunia, dan dapat membuat para pemuda islam terpojokkan oleh majunya keilmuan para pemeluk agama lain, oleh karena itu, untuk para pemuda islam saat ini, marilah kita songsong tinggi-tinggi agama kita, kita jadikan islam itu sebagai hal yang selalu mewarnai hidup kita di setiap harinya, jangan sampai terjadi bagi para pemuda islam untuk bertindak dan bertingkah menyerupai agama selain islam, jadikanlah diri kita ini sebagai insan yang murni beragama islam. Tidak hanya itu, kobarkanlah semngat kita, pemuda islam, dalam mencari ilmu yang bermanfaat bagi kita, yang paling utama pelajarilah agama kita sendiri yakni islam, janganlah sekali-kali bagi kalian, pemuda islam untuk mencari ilmu yang akan merusak agama mu sendiri. Selain itu semua, satu yang sangat penting sekali, berperangailah kalian dan beribadah lah kalian seperti Muhammad, Nabi yang paling sempurna perangainya.
.
Bila para pemuda islam di zaman sekarang ini, memperaktikkan itu semua, ku yakin, islam akan berjaya kembali.
Selasa, 17 Mei 2011
Lukisan Unik,4 Dimensi
Sudah tahukah anda,? tentang berita unik yang datang dari tiongkok ini. Ya, pada hari senin kemarin, Negara tiongkok itu membuka pameran besar-besaran, khususnya pameran yang berkategori seni dan barang antik, yakni, pameran seni kontemporer di provinsi Jilin . Di pameran itu ada suatu benda berupa lukisan yang unik sekali rupanya, yaitu lukisan 4 dimensi. Di pameran itu ada beberapa lukisan 4 dimensi yang di pamerkan, semua lukisan-lukisan itu unik sekali, sehingga banyak pengunjung yang menjadikannya sebagai latar buat berfoto ria sambil berakting menyesuaikan dengan lukisan itu sendiri.
Pameran yang di helat oleh Negara di timur laut cina itu, berhasil menyedot ribuan pengujung pada tiap harinya. Bahkan, European Fine Art mengatakan, Tiongkok saat ini menjadi pasar kedua terbesar didunia dalam hal seni dan barang antik.
Inilah foto fotonya :
Langganan:
Postingan (Atom)



























