Pages

Kamis, 04 Agustus 2011

Ramadhan Telah Tiba



WAKTU terus berjalan, hari demi hari kita lewati, peristiwa demi peristiwa kita lalui, hingga akhirnya kita bertemu lagi dengan Ramadhan yang suci. Tanpa terasa setahun telah kita arungi dengan berbagai macam warna-warna kejadian. Kini Ramadhan, kedamaian, ketenangan, kesenangan, dan keindahan mulai tampak setelah lama mengintip untuk timbul menyelimuti dunia ini. Allah menjadikan ramadhan sebagai bulan penebus dosa, sebagai bulan penuh berkah dan ampunannya. Rasulullah pun selalu membiasakan dan menganjurkan untuk lebih banyak melakukan ibadah terhadap Allah di bulan Ramadhan ini.

Di bulan ramadhan Allah memerintahkan terhadap kita selaku orang yang beriman kepadanya agar senantiasa berpuasa di siang hari bulan Ramadhan, mulai dari terbit fajar shubuh hingga terbenam matahari. Berpuasa di Bulan Ramadhan sebenarnya tidak hanya menahan lapar dan haus, akan tetapi juga menahan hawa nafsu yang lainnya, agar berpuasa di ramadhan lebih bermakna, seperti yang diajarkan oleh Rasulullah SAW terhadap para ummatnya terdahulu, rasul mangajarkan; berpuasalah kalian, dengan menahan lapar dan haus, serta berpuasalah juga kalian dengan menggunakan hati, mulut tangan, kaki, telinga, dan kemaluan kalian.

Di bulan Ramadhan juga di perintahkan kepada kita untuk melakukan shalat sunnah tarawih di malam-malamnya. Tarawih adaalah salah satu ibadah yang tidak pernah ditinggalkan Rasulullah dalam hidupnya. Setelah berpuasa di siang hari demi memenuhi perintah-Nya, di malam harinya kita bertarawih demi mendekatkan diri terhadapnya, di bulan yang benar-benar bulan berkah ini.

Suci dan berkahnya ramadhan pasti akan dirasakan oleh ummat islam seluruh dunia yang selalu dan senatiasa mengindahkan dan sungguh-sungguh dalam mewarnainya dengan berbagai amal ibadah.

Itulah sekilas tentang Ramadhan, bulan penebus dosa. Semoga Allah senantiasa memelihara dan menjaga kita dari segala hal yang membuat kita rugi dalam Ramadhan, salah satu bulannya yang sangat penuh ampunan dan berkah.

Senin, 25 Juli 2011

Pontianak I Am Coming





Liburan Ramadhan yang ditunggu-tunggu pun akhirnya datang, bermacam-macam rasa pun saya rasakan, ada rasa senang karena liburan datang, dan sedih karena berpisah dengan teman-teman ku, dan guru-guru ku.
                  
Setelah pamit terhadap beliau sang pengasuh pesantren, dan bermaaf-maafan kepada teman-temanku, ku segera pergi ke asramaku menggandeng sebuah koper milikku, dan segera menghubungi panitia rombonganku yang akan pergi langsung menuju Kalimantan barat, Pontianak. Segala rasa pada saat itu tak mampu ku gambarkan dengan kata-kata, kerinduan yang terkubur selama beberapa tahun pun sudah akan terpenuhi dan terobati.
               
Selama perjalanan tak ada yang bermuram durja semuanya ceria, liburan yang indah pun benar-benar tampak pada teman-temanku semua dan juga pada ku.
                 
Dan akhirnya kapal yang di tumpangi ku benar-benar bersandar di pelabuhan Pontianak, segera ku turun dan kuinjakkan kakiku di tanah kerinduan itu, dan langsung ku katakan, “I am coming Pontianak, I love you my city”.

Jumat, 27 Mei 2011

Pemuda Islam Pada Zaman Sekarang Ini





Telah Kita ketahui bersama, di zaman dahulu, di masa berjayanya islam, banyak sekali para pemuda islam yang unggul (berprestasi) di berbagai macam dunia keilmuan, seperti ilmu tafsir, hadist, fiqh, matematika, astronomi, biologi, filsafat, penyair, bahkan kedokteran, dan masih banyak lagi. Di dunia keilmuan itu pun, para pemuda islam di zamannya itu banyak sekali yang melahirkan karya-karya yang spektakuler, bahkan karya-karyanya yang di hasilkan pun masih banyak sekali yang digunakan di zaman sekarang ini.

Adapun para pemuda islam tersebut diantaranya, Ibnu Sina (Avie Ciena) sang bapak kedokteran, Ibnu Batutah sang petualang, Abu Ja'far Muhammad Ibnu Musa Al-Khwarizmi (sang penemu aljabar), dan masih banyak lagi lainnya. Para pemuda islam tersebut selain mempunyai segudang ilmu, mereka juga berperan sebagai manusia yang beragama betul. Itulah masa emas para pemuda islam, yang berbeda dengan masa sekarang, yakni sangat jarang sekali pemuda islam itu menunjukkan prestasinya yang unggul yang dapat menghasilkan berbagai macam karya yang bermanfaat bagi dunia, dan sangat jarang sekali di zaman modern ini ditemukan para pemuda islam yang ngerti dan aktif akan agamanya sendiri.

Fenomena yang tak baik ini sungguh dapat membuat nama islam tercoreng di mata dunia, dan dapat membuat para pemuda islam terpojokkan oleh majunya keilmuan para pemeluk agama lain, oleh karena itu, untuk para pemuda islam saat ini, marilah kita songsong tinggi-tinggi agama kita, kita jadikan islam itu sebagai hal yang selalu mewarnai hidup kita di setiap harinya, jangan sampai terjadi bagi para pemuda islam untuk bertindak dan bertingkah menyerupai agama selain islam, jadikanlah diri kita ini sebagai insan yang murni beragama islam. Tidak hanya itu, kobarkanlah semngat kita, pemuda islam, dalam mencari ilmu yang bermanfaat bagi kita, yang paling utama pelajarilah agama kita sendiri yakni islam, janganlah sekali-kali bagi kalian, pemuda islam untuk mencari ilmu yang akan merusak agama mu sendiri. Selain itu semua, satu yang sangat penting sekali, berperangailah kalian dan beribadah lah kalian seperti Muhammad, Nabi yang paling sempurna perangainya.
.
Bila para pemuda islam di zaman sekarang ini, memperaktikkan itu semua, ku yakin, islam akan berjaya kembali.

Facebook